Asal Mula 12 Shio

Selasa, 02 Februari 2010

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang dewa. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum tahun baru, Sang Dewa menulis surat kepada binatang2 diseluruh negeri. Angin lalu menyebarkan surat-surat itu ke seluruh negeri.

Dalam sekejap, para binatang menerima surat2 itu, yang isinya seperti ini:
"Besok pagi di Tahun Baru, aku akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor satu sampai dengan nomor duabelas. Lalu, setiap tahun aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan". Tertanda, Dewa.

Para bintang sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat semacam ini, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. Ia hanya mendengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.

Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus yang licik melihatnya lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.

Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi Hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.

Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tampat tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat kedepan dan mendarat tepat dihadapan Dewa. Maka Tikus pun menjadi yang pertama.

Selamat Tahun Baru Dewa...kata Tikus kepada Dewa.

Sapi pun menangis karena kecewa menjadi urutan ke dua.

Di belakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dengan duabelas sesuai dengan urutan kedatangannya.
Duabelas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.

Para binatang itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu, kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari Tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun berlari mengejar Tikus kesana kemari.

Sejak itu mulailah era Duabelas Shio Binatang, dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan.

Kucing yang tidak berhasil masuk kedalam Dua belas Shio Binatang sampai sekarang masih mengejar Tikus kesana kemari karena telah ditipu.

Harap maklum dengan Template baru saia..wkwkwk

Kamis, 28 Januari 2010

template yg lama rusak alias error, guys..
jd sementara gue pake template ini
gak pas seh ama blog gue,itemnya kebanyakan
templatenya kecil

T.T
kapan2 diganti lg..
sekarang lom ada waktu...
hehe..
keep visiting my blog yahh..
xie xie ni... ^^




Catur

Rabu, 27 Januari 2010



sejak ikut ekskul caturr..kyknya gw mulai doyan deh maen catur..
hahaha...
asik aja...
gak berat kyk olahraga yg laen..
cm butuh otak.. XD


Olahraga adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap orang agar memiliki jiwa yang sehat di dalam tubuh yang kuat (apa kebalik ya?). Olahraga terbagi menjadi olahraga bergerak, yaitu olahraga yang menggerakkan fisik, dan olahraga yang tidak bergerak, yaitu olahraga yang menggerakkan otak.(sotoy sih, tp klo menurut logika, masuk tuh tongue)

Saya sebenernya adalah tipe orang yang menyukai olahraga, dan 1 diantaranya yang paling saya gemari adalah olahraga tidak bergerak, yaitu catur.

Permainan catur merupakan permainan strategi klasik yang awalnya dimainkan oleh raja atau para penguasa. Catur dimainkan pada sebuah papan berkotak-kotak 8 * 8, dimulai dari A -H (vertikal), dan 1 – 8 (horizontal) dan diisi masing2 16 punggawa, 8 bidak dan 7 perwira dan 1 raja.

Tapi taukah kamu maksud dari kata catur? Kata catur berasal dari bahasa sanskerta yang berarti “empat”, namun kata catur sebenernya merupakan singkatan dari kata caturangga, yang berarti “empat sudut”.

Yang membuat catur sangat menarik adalah catur menuntuk pemainnya untuk bisa mengombinasikan kecerdasan, yaitu kemampuan untuk memanfaatkan ruang gerak dan waktu, kemampuan analisa dan kalkulasi, kemampuan mengorganisasi, dan kemampuan untuk memprediksi kekuatan dan kelemahan lawan.


Menarik bukan? Klo tertarik, ayo ikutan maen catur online di http://uchess.com

Source: Click here

Reaksi Berbagai Tipe Cowok Kalo Ceweknya Nangis…

Sabtu, 16 Januari 2010

Cowok cuek : Biarin aja, paling ntar dien sendiri.
Cowok naïf : beliin gulali sama balon warna – warni
Cowok jaim : “ Plz donk jangan bikin malu gw,masa nangis sih? “
Cowok gak sabaran : “ Hari gene masih nangizzz??! Plizzzzz dech !? “
Cowok pasrah : “ Terserah lo deh ! “
Cowok idaman : “ Menangislah sepuasnya di pundakku.. “ sambil tangannya melingkar melindungi si cewek.
Cowok tajir : “Gw beliin mobil, handphone… ya??”
Cowok romantis : bacain puisi, nyanyiin lagu NINA BOBO
Cowok Bete : dipeluk sambil dibisikin, “Kita putus aja ya. Abisnya kamu cengeng bgt sih, say.”
Cowok dermawan : ngeluarin recehan sembari bilang “May God bless u..”
Cowok kere : “Sory nih yank, aq nggak bisa beliin tissue.”
Cowok kritis : “Ada apaan sih? siapa? kenapa? dimana? kemana? kok bisa sih? ya udah, ambil positifnya ajalah..”
Cowok tulalit : “Kamu nangis dapet bonus apa ditinggal mati sih? hiiii…kamu bisa nangis juga, yaaa?”
Cowok matre : “Cewe kere loe, nangis mulu. Nyusahin gw doang.”
Cowok kebapakan : “Sini sama om. cup…cup… jangan nangis lagi yah.” sambil mengusap – ngusap rambut si cewe.
Cowok ilmuwan : “Sayang, air matanya kumpulin pake tissue sebanyak mungkin terus ditimbang volumenya untuk mengukur berapa kemampuan manusia mengeluarkan air mata dalam 1x menangis..”
Cowok bego : “Sayang, kok mata qm keluar aer??..”
Cowok puitis : “Ur tears are my tears… aer matamu bagaikan sungai Begawan swoloooo…”
Cowok analis : “Kenapa kamu menangis? Kamu menangis karena bahagia atau sedih? Jika bahagia, apa yang menyebabkan kamu bahagia? Jika sedih, apa yang menyebabkan kamu sedih? Sejak kapan kamu menangis? kalo kita proyeksikan kedepan, apakah kamu akan terus menangis?...”
Cowok ilmiah : “wah hebat ya, ternyata honey tahu juga menangis itu sehat buat bersihin mata ;) “
Cowok kejam : “hehehehehe… ini belum seberapa, sayang..nanti aku bisa bikin kamu tambah sengsara sampai meraung – raung, lebih parah. Mau nangis lg?”
Cowok ahli hipnotis : “Saya hitung 1,2,3… di hitungan ketiga anda melupakan semuanya… Lupakan semuanya..Lupakaannn! Ok!...”


Belenggu Salju…

Tak ada kepak gagak di Compton yang selalu mengeluarkan bau sampah busuk, anggur murahan dan bangkai manusia yang disembunyikan di ghettos atau rumah – rumah besar yang mengonggok tanpa lampu.
Juga tak ada salju atau angin santer yang membekukan tiang listrik atau menggigilkan para negro yang sedang menari acakadut atau menyanyikan rap keras – keras di sembarang trotoar malam itu. Tetapi di kota yang seakan – akan tak pernah disentuh tangan Kristus itu, justru senantiasa terdengar jerit burung kematian memekik tak henti – henti sepanjang hari. Selalu terdengar berondongan peluru dan siapa pun menganggap letusan – letusan itu hanya sebagai derit mobil yang direm mendadak oleh pembalap kampungan.

Selalu ada bisik – bisik transaksi kokain, morfin, ganja, atau hasis, tetapi segala desis hanya terdengar sebagai siulan rahasia kanak – kanak untuk mengajak geng kecil mereka mengintip sepasang kekasih di kegelapan taman.
Selalu saja kurasakan salju seperti membungkus tubuhku saat melewati kawasan kumuh yang tak pernah dilewati mobil Paris Hilton atau jejak kaki Pamela Anderson ini.
Andai saja Grace, kucing jelita bergaun biru itu tak tinggal di salah satu sudut apartemen kumuh di pusat Compton, tak sudi aku menginjak neraka yang mengingatkan aku pada carut – marut pinggiran Jakarta yang dihuni ribuan zombie berwajah celeng atau babi.

Aku kelayapan malam – malam di tengah – tengah berondongan peluru, dengus orang mabuk dan orang – orang yang tak lagi menganggap sinar bulan di puncak Katedral sebagai aurora harapan.
Mungkin kota ini memang tak indah bagimu, Tapi di jalanannya yang riuh dengan rap dan gedebuk para penari, aku menulis graffiti dan meneriakkan keinginan – keinginan kaumku yang melarat dan tak punya harapan.

Aku memang tinggal di kota kecil penuh sungai yang menghubungkan Semarang dan Solo itu. Di tengah – tengah hutan karet yang tak bisa kau lihat dalam peta Indonesia.
Pada saat – saat semacam itu, Grace seperti menjelma cermin yang bisa memantulkan segala yang pernah kulakukan di sungai yang mengalir di belakang rumah. Aku ingat pada perahu – perahu kertas yang kuhayutkan. Aku terkenang pada rakit – rakit pohon pisang yang meluncur tak keruan.

Tapi tak ada sungai di Los Angeles. Tak ada juga hutan karet di tengah – tengah gedung tinggi. Bahkan dari apartemen, aku nyaris tidak pernah melihat bulan. Di televisi, aku bisa melihat salju yang mulai meleleh di bukit – bukit atau bulan yang tampak sebagai tampah kecil diujung langit.

Selalu pada saat – saat aku begitu ingin menikmati kesunyian, yang celakanya hanya bisa kuciptakan di kepalaku. Membisikkan kata – kata cinta serupa mantera serupa doa Kristus, sebelum langit tersapu awan hitam.

Tak usah kau paksa aku meninggalkan kota yang selalu kau bayangkan bagai neraka ini. Anggap saja aku ini bidadari busuk atau kucing biru dari Ghetto Compton. Anggap saja aku bulan yang kau rindukan di sela – sela kegelapan gedung – gedung rusak yang ditinggalkan oleh orang – orang kaya yang kini melesat ke mana – mana dengan Limosine di jalanan Los Angeles.

Mengapa tak kau pindahkan saja musim dan bukit – bukit di sekitar Danau Tahoe ke Ghettos busukku agar kita benar – benar merasakan keindahan salju?
Bisikan – bisikan tentang sepasang malaikat yang bakal hidup sepanjang zaman tanpa perlu katedral, tanpa perlu nabi atau Tuhan.


Los Angeles – San Fransisco,
2007 …

[ sekali lagi, ini jg sajak yang gw ambil di kompas minggu. Dan juga bukan sepenuhnya gw copas, tapi cuma sebagian sajjo.. ^^ v ]


Matahari Musim Dingin…

Jumat, 15 Januari 2010

Jangan pernah percaya pada apapun yang kau lihat dibawah matahari Melbourne. Mungkin kai pernah menganggap makhluk bersayap merah – biru yang bertengger di genteng rumah beraksitektur Yunani Kuno itu hanya sepasang burung Rosella yang menggigil kedinginan.

Namun, bukan tidak mungkin mereka adalah para kookabbura yang menjerit memekakkan telinga karena memandang wajahmu yang tegang dan terseipu – sipu tak karuan. Jangan pula mudah menebak bau kelelawar yang bergelantungan di pepohonan Cenntenial Avenue sebagai sesuatu yang mengingatkanmu pada perempuan – perempuan Kuning Gading Jakarta yang dibakar para lelaki zombie pada Mei 1998 yang perih. Sebab bisa saja dalam sekejab bekas kibasan sayap vampire jalanan itu memberimu harum bawang sehabis kau iris pelan – pelan atau menyengatmu dengan busuk petai sebelum makan malam.
Kau juga tak perlu tersedu – sedu seharian hanya karena bersitatap dengan warna pagi yang seharusnya disapu matahari oranye, tetapi tiba – tiba didera hujan yang muncul dari mata langit yang menghitam…

Hari ini Winter atau Summer ?
Auntum atau Spring ?
Mana yang harus dipercaya ?

Tak ada yang harus dipercaya. Segalanya begitu cepat bertukar rupa dan tak ada yang peduli. Seperti stasiun Flinders ditimpa cahaya senja yang melesat dari Federation Square. Begitu menyala, begitu menebarkan bianglala.
Namun, paras manis itu begitu cepat menjelma sebagai Sungai Yarra menjelang malam.
Keruh, penuh amarah dan kehilangan pesona.

Sebaiknya waktu melesat melampaui segala yang tak terduga saja.
Karena terlalu cepat melaju ke titik tuju penuh salju.

Meskipun demikian, kita tetap tak sanggup menghentikan segala peristiwa yang berpacu begitu cepat, tak terduga dan seakan – akan berebutan menyusup ke lorong mata.
Hanya mereka yang mengerti betapa burung, kelelawar, ular, belalang, bahkan tikus – tikus pengerat itu bisa membisikkan kabar dari sesuatu yang tak pernah kau lihat di balik lembut kabut, di dalam basah tanah atau diluar gurit langit.
Sekali lagi, tak ada yang harus dipercaya. Di dunia ini, kau tahu… segalanya begitu cepat bertukar rupa dan tak ada yang peduli.

Jadi percuma saja kau atau siapapun berlagak menyelamatkan kemanusiaan atau peradaban di kota ini. Biarkan roh mereka terbang ke negeri tanpa matahari. Kau tetap saja tak peduli, kau tetap saja membiarkan kota ini menggigil dililit oleh hantu dan kabut teka – teki.


Melbourne 2005


[ sajak ini gw ambil dari kompas minggu, tepatnya tanggal brapa… gw ndiri jg lupa… tapi ini gak semuanya.. yang aslinya sih panjang. Ini cuma penggalan2 kata2 yang gw suka aja. hehehe… 1 kata untuk karya ini : Amazing ! ^^ ]



Kotak – Pelan-Pelan Saja

Rabu, 13 Januari 2010




ku tahu kamu pasti rasa
apa yang ku rasa
ku tahu cepat atau lambat
kamu kan mengerti

hati bila dipaksakan
pasti takkan baik
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

reff:
lepaskanlah ikatanmu dengan aku
biar kamu senang
bila berat melupakan aku
pelan-pelan saja

tak ada niat menyakiti
inilah hatiku
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

repeat reff

pelan-pelan saja

repeat reff

pelan-pelan saja
(lepaskan aku, lepaskan aku, lepaskan aku)
pelan-pelan saja





Award From BlueDevil

Senin, 11 Januari 2010




hehe,makasih lg awardnya
kali ini dari Bluedevil
tp kayaknya saia nggak maen tag2an deh...
soalnya lg ada tugas
kapan2 deh saia pasang link blog anak2 yg laen...

wkwkwkk..
makasih yaaa ^^v

gamsahamnida

My Pingbox ^^ Chat With me ^^

My FavoriTe Video

Banner temend2 ^^ hoho